KOTA BANDUNG — Progres pembangunan rumah susun (rusun) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, realisasi fisik pembangunan telah mencapai lebih dari 32 persen dan berpotensi rampung lebih cepat dari target. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, meninjau langsung proyek pembangunan rusun ASN Kejati Jawa Barat yang berlokasi di Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP didampingi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Hermon Dekristo. Rombongan melihat langsung progres pembangunan yang kini telah mencapai 32,40 persen, jauh melampaui target awal sebesar 10,18 persen. Artinya, terdapat deviasi positif lebih dari 22 persen. Sementara itu, realisasi keuangan proyek telah mencapai 20 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Maruarar Sirait menegaskan, meskipun proyek ini dipacu agar dapat selesai lebih cepat dari target yang ditetapkan pada 5 Oktober 2026, aspek kualitas tetap menjadi prioritas utama. Ia memastikan hunian yang dibangun harus layak, aman, dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, menyampaikan bahwa rusun ini diprioritaskan bagi pegawai golongan II dan IIIA. Pembangunan ini juga menjadi bentuk dukungan pemerintah dalam penyediaan hunian layak di kawasan perkotaan, khususnya bagi pegawai yang baru bertugas di Kejati Jawa Barat.
Pemerintah berharap proyek rusun ini dapat selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat dari target, serta menjadi proyek percontohan dalam percepatan pembangunan hunian berkualitas di wilayah perkotaan.














