Jabar Bergerak! Stunting Tinggi, Daun Kelor Jadi Senjata Rahasia?

- Editor

Sabtu, 26 April 2025 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggencarkan upaya menurunkan angka stunting, menyusul laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang mencatat prevalensi stunting Jabar mencapai 21,7 persen, lebih tinggi dari angka nasional yang berada di 21,5 persen.

Lebih mengkhawatirkan lagi, angka ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, yang menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 berada di angka 20,2 persen. Kabupaten Bandung menjadi daerah dengan angka stunting tertinggi di Jabar, yakni mencapai 29,2 persen.

Namun di balik tantangan tersebut, harapan muncul dari gerakan yang sederhana namun berdampak besar, yakni konsumsi daun kelor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Daun Kelor, Superfood Lokal Penyelamat Generasi Masa Depan

Dalam seminar bertajuk “Menuju Indonesia Bebas Stunting Dengan Daun Kelor” yang diselenggarakan oleh Forum Jurnalis Jawa Barat (FJJB) pada Jumat (25/4/2025) di Bosccha Café, Bandung, berbagai narasumber memaparkan potensi besar daun kelor sebagai solusi gizi keluarga.

Salah satunya, dr. Theresia Monica Rahardjo, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha, menjelaskan bahwa dalam 20 gram daun kelor, terkandung berbagai zat penting seperti vitamin A, B2, B6, C, zat besi, dan magnesium yang esensial untuk tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu hamil.

“Daun kelor merupakan bagian terbaik dari pohon kelor karena kandungan nutrisinya sangat lengkap. Daun ini mengandung protein, serat, asam amino, serta berbagai vitamin dan mineral yang kaya akan antioksidan. Manfaatnya sangat luas, mulai dari mencukupi gizi sejak dalam kandungan, masa balita, remaja, hingga ibu hamil. Singkatnya, daun kelor dapat dikonsumsi dan bermanfaat untuk semua usia,” ungkap Dokmo sapaan akrabnya.

Dokmo juga menjelaskan, di Klinik Utama Permata Hati miliknya, baru saja menyelesaikan sebuah penelitian, datanya sedang dalam proses pengolahan.

Baca:  PT Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Barat Kembali Adakan Giat Rapat Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Wilayah Kabupaten Bandung

“Penelitian ini fokus pada ibu hamil, khususnya trimester pertama yang sering mengalami mual dan muntah, sehingga asupan gizinya menurun,” ujarnya.

“Kami membuat sebuah produk bernama Chiarezza, yang merupakan kombinasi ekstrak daun kelor, jahe, dan temulawak. Hasil awal menunjukkan bahwa produk ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan mual muntah, sekaligus meningkatkan asupan nutrisi ibu hamil. Penelitian ini melibatkan 190 responden (95 kelompok kontrol dan 95 kelompok intervensi), dan akan segera diterbitkan di jurnal ilmiah terakreditasi,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut dr. Riadi Darwis memaparkan, di masyarakat Sunda, daun kelor sudah lama dimanfaatkan dalam berbagai bentuk, seperti lalapan, sayur bening hingga obat tradisional (seperti balur dengan minyak kelapa).

“Menurut catatan sejarah, daun kelor sudah dikenal sejak masa Kerajaan Sumedang Larang, digunakan sebagai lauk pendamping nasi oleh masyarakat tani. Ini menunjukkan bahwa konsumsi daun kelor bukanlah hal baru, tapi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.

Edukasi Gizi Harus Dimulai Sebelum Kehamilan

Manajer Hubungan Eksternal Bio Farma, Yuni Miyansari juga menyoroti pentingnya edukasi gizi sejak dini, bahkan sebelum kehamilan dimulai.

“Stunting bukan hanya berdampak pada tinggi badan, tapi juga kecerdasan anak. Maka, gizi ibu harus dipersiapkan sejak dini,” tegas Yuni.

“Edukasi seperti ini sangat penting dan perlu lebih sering dilakukan agar calon ibu memahami pentingnya menjaga asupan gizi sedari awal. Dengan begitu, kita bisa mempersiapkan generasi bangsa yang lebih sehat dan cerdas,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan penurunan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2025. Untuk itu, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan—mulai dari akademisi, lembaga kesehatan, media, hingga masyarakat umum.

Inovasi seperti pemanfaatan daun kelor menjadi salah satu pendekatan lokal yang berdaya guna dan berkelanjutan.

Baca:  PT Jasa Raharja Hadiri Rapat Operasi Gabungan dalam Upaya Optimalisasi Pendapatan dan Peningkatan Kepatuhan Masyarakat

Berita Terkait

Sinergi Tim Pembina Samsat, Operasi Gabungan di Taman Kota Tasikmalaya Berhasil Himpun Penerimaan Rp66,38 Juta
SAMARAJA Hadir di Alun-Alun Sukaraja, Jasa Raharja Dorong Kemudahan Pelayanan dan Kepatuhan Pajak Kendaraan
SAJATI Hadir di Alun-Alun Ciamis, Jasa Raharja dan P3D Perkuat Kemudahan Layanan Pajak Kendaraan
Tim Pembina Samsat Kota Depok Optimalkan Pendataan dan Pembayaran Pajak Becak Motor di Kelurahan Beji Timur Kota Depok
Berikan Kemudahan dan Keuntungan Bagi Wajib Pajak, Kolaborasi Jasa Raharja Bandung Bersama Tim Pembina Samsat Padjajaran Gelar Pemeriksaan PKB dan SWDKLLJ
Kurang dari 24 Jam, Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Truk Molen di Bekasi
Pastikan Pelayanan Optimal, Direksi Jasa Raharja Jenguk Korban Kecelakaan Truk Molen di RS Juwita Bekasi
Respons Cepat Kecelakaan di Bekasi, Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban Terjamin Santunan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:52 WIB

Sinergi Tim Pembina Samsat, Operasi Gabungan di Taman Kota Tasikmalaya Berhasil Himpun Penerimaan Rp66,38 Juta

Rabu, 4 November 2026 - 09:43 WIB

SAMARAJA Hadir di Alun-Alun Sukaraja, Jasa Raharja Dorong Kemudahan Pelayanan dan Kepatuhan Pajak Kendaraan

Selasa, 3 November 2026 - 09:46 WIB

SAJATI Hadir di Alun-Alun Ciamis, Jasa Raharja dan P3D Perkuat Kemudahan Layanan Pajak Kendaraan

Selasa, 3 November 2026 - 09:39 WIB

Tim Pembina Samsat Kota Depok Optimalkan Pendataan dan Pembayaran Pajak Becak Motor di Kelurahan Beji Timur Kota Depok

Selasa, 3 November 2026 - 09:34 WIB

Berikan Kemudahan dan Keuntungan Bagi Wajib Pajak, Kolaborasi Jasa Raharja Bandung Bersama Tim Pembina Samsat Padjajaran Gelar Pemeriksaan PKB dan SWDKLLJ

Senin, 2 November 2026 - 22:52 WIB

Pastikan Pelayanan Optimal, Direksi Jasa Raharja Jenguk Korban Kecelakaan Truk Molen di RS Juwita Bekasi

Minggu, 1 November 2026 - 22:30 WIB

Respons Cepat Kecelakaan di Bekasi, Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban Terjamin Santunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Aksi Simpatik dan Pemasangan Spanduk di Titik Rawan Laka Guna Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Karawang

Berita Terbaru